Hamsh.me

Alternatif s.id, pemendek tautan buatan Indonesia yang anti mainstream

S.id (https://s.id), telah menjelma menjadi salah satu pemendek tautan terbaik buatan Indonesia, bukan hanya digunakan oleh orang Indonesia saja bahkan juga terkenal digunakan oleh orang luar sana. Salah satunya ya karena domain yang sangat pendek. Cuma 3 huruf, contohnya: https://s.id/hamsh. Kemampuan dasar, seperti memendekkan URL dengan mudah, membuat url otomatis, membuat kustom url yang sudah dibuat, melihat statistik, dan banyak hal lainnya merupakan fitur yang telah tersedia di s.id.

Sayangnya semakin populer, maka menjadi semakin mainstream. Sudah bukan barang yang aneh lagi menggunakan pemendek tautan s.id. Karenanya disini kita akan memberikan alternatif dari s.id yang bisa teman-teman gunakan untuk memendekkan tautan yang panjang dengan kustom url tanpa perlu merasa terlalu mainstream. Meskipun memang penyedia layanan pemendek tautan asal Indonesia sekarang sudah pada berguguran, tidak banyak lagi yang bisa diakses dan digunakan, hanya sedikit diantaranya yang masih bisa digunakan dengan baik tanpa ada kutu dimana-mana yang membuat kita tidak bisa menggunakan fitur yang ada dengan baik pula.

Beberapa diantaranya:

Dik.si

Salah satu alternatif terbaik dari s.id menurut saya. Dibuat dengan sangat komplit bahkan terkesan berlebihan menurut saya pribadi. Kamu harus mendaftar dan login untuk menggunakan layanan dari Dik.si. Namun setelah kamu login, kamu akan menemukan fitur yang sangat banyak. Kamu bisa membuat custom URL, menambahkan berbagai opsi tambahan seperti menambahkan password, link diatur agar expire secara otomatis, menambahkan halaman spashscreen semacam iklan kustom sebelum ke tautan aslinya dan banyak lagi opsi lainnya.

Di Dik.si kamu bisa melakukan grouping atau mengelompokkan tautan kedalam suatu group, melihat statistik kunjungan dengan satuan waktu seperti mingguan, bulanan, tahunan atau bahkan kustom.

Berikut contoh alamat Dik.si yang saya buat: [https://dik.si/hamsh](https://dik.si/hamsh

Intip.in

Ini buatan teman saya juga sebenernya. Harun Rizal, salah satu web engineer berbakat yang saat artikel ini ditulis masih bekerja di e-commerce Tokopedia. Intip.in telah dibuat semenjak jaman dia masih berkuliah di ITS (sudah lama banget ya?).

Sebenarnya sebagian besar fiturnya masih bisa berjalan dan digunakan sampai hari ini, sayangnya mungkin karena tidak diurus lagi, fitur login yang ada entah kenapa tidak bisa digunakan saat saya melakukan pengecekan langsung ke situsnya. Sangat disayangkan karena fitur ini menjadikan kita bisa melihat statistik dari seberapa banyak pengunjung dari url yang sudah kita simpan sebelumnya. Tanpa fitur ini, kita masih bisa memendekkan tautan, hanya saja kita akan kehilangan statistik yang seharusnya bisa kita lihat karena ada datanya sebenarnya.

Tapi sebagai alternatif dari hal yang mainstream, rasanya masih cukup untuk digunakan lah.

Berikut contoh tautan yang saya buat: https://intip.in/hamsh

Hamsh.me

Ini adalah layanan teranyar yang dibuat tahun 2021, jadi pastinya masih diurus dengan baik. Dibuat dengan tampilan yang kekinian, agar mudah digunakan dan dipahami sama para generasi milenial. Fitur login yang mudah, tersedia juga alternatif login dengan Google biar tidak usah lagi mengingat password. Semua tautan yang disimpan akan ditautkan pada akun si pembuat, itu kenapa saya sebagai pembuat memang memutuskan untuk tidak memperbolehkan adanya tautan yang dibuat secara anonymous. Artinya memang kalian akan diminta untuk membuat akun dan login ke akun kalian sebelum bisa menggunakan layanan ini. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil adanya tautan spam/sampah yang cuma buat test atau mainan saja. Dengan mengaitkan url dengan akun, kalian jadi bisa tetap melihat jumlah pengunjung yang ada di masing-masing tautan yang telah dibuat.


Demikian, sedikit alternatif pemendek tautan s.id yang bisa kalian gunakan.

Semoga bermanfaat!

Lebih banyak

Tentang Hamsh.meBlogStatistik Hamsh.me